
Photo of a construction building. Photo by Tolu Olubode on Unsplash.
Rencana percepatan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap tengah disiapkan oleh pemerintah bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk mempercepat pemulihan pasca bencana.
Dalam program ini, pemerintah berencana melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membangun 15.000 unit hunian yang ditargetkan selesai dalam waktu 3 (tiga) bulan, lengkap dengan fasilitas dasar penunjang kebutuhan warga.
Peran lembaga penanggulangan bencana juga terlihat melalui pembangunan 4.500 unit hunian sementara oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di 3 (tiga) provinsi terdampak.
Sementara itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) merealisasikan pembangunan 5.000 unit hunian tetap, sebagian telah dimulai diatas lahan milik pemerintah dan BUMN dengan mempertimbangkan aspek keamanan dari risiko bencana serta kedekatan dengan fasilitas umum.
Untuk mendukung pemulihan pascabencana, pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp60 triliun yang bersumber dari efisiensi anggaran negara. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan hunian dan pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tanpa mengganggu alokasi anggaran program prioritas lainnya.

