
Photo by Media from Wix.
Kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga November 2025 tercatat sebesar Rp444,9 triliun, turun 14,8% dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp522,5 triliun.
Perolehan tersebut telah memenuhi 94,2% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 senilai Rp477,2 triliun, yang disusun dengan mempertimbangkan pengalihan dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke Danantara sehingga tidak seluruhnya masuk ke kas negara.
Dari sisi sektor, kontribusi PNBP Sumber Daya Alam (SDA) Minyak dan Gas (Migas) mencapai Rp94 triliun dan mengalami penurunan 12,4% dari periode tahun sebelumnya.
Melemahnya Indonesia Crude Price (ICP) serta lifting gas bumi yang belum sesuai target menjadi faktor utama, meskipun produksi minyak bumi menunjukkan tren peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sementara itu, PNBP nonmigas tercatat Rp125,8 triliun dengan kontribusi terbesar berasal dari SDA Mineral dan Batubara (Minerba) yang menyumbang 92% dari total PNBP SDA nonmigas. Pertumbuhan sektor ini tertahan dengan penurunan harga batubara dan pengaruh nilai tukar, meski didukung dengan penyesuaian tarif dan implementasi kebijakan.
Selain itu, penerimaan dari Kekayaan Negara yang Dipisahkan (KND) mencapai Rp11,9 triliun, PNBP lainnya sebesar Rp111,9 triliun, serta PNBP Badan Layanan Umum (BLU) mencapai Rp90,9 triliun.

