top of page

2 Desember 2025

Penerimaan Pajak Rokok 2026 Diprediksi Mengalami Penurunan

Reporter:

Ida Nurul Fhatihah

Photo of cigarette butts. Photo by vuk burgic on Unsplash.

Estimasi penerimaan pajak rokok yang akan diberikan untuk berbagai Pemerintah Provinsi (Pemprov) pada 2026 diproyeksikan menurun dibandingkan estimasi pajak rokok tahun ini. Berdasarkan Keputusan Dirjen Perimbangan Keuangan (Keputusan DJPK) KEP-58/PK/2025, pajak rokok tahun depan diestimasikan hanya terkumpul sebesar Rp21,98 triliun, lebih rendah dari estimasi tahun 2025.


Terdapat 4 (empat) provinsi yang masih diperkirakan akan menerima pajak rokok di atas Rp1 triliun. Provinsi tersebut meliputi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara, dengan nilai estimasi masing-masing tetap menjadi dasar penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).


Dalam ketentuan yang sama, gubernur diminta untuk menetapkan alokasi pajak rokok untuk kabupaten dan kota di wilayahnya. Pembagian alokasi ini diperlukan agar Pemerintah Daerah (Pemda) dapat menyiapkan anggaran secara tepat waktu sebelum penyusunan APBD dilakukan.


Pajak rokok merupakan salah satu jenis pungutan daerah dengan tarif sebesar 10% dari cukai rokok. Dari total penerimaannya, pemprov wajib menyalurkan sebesar 70% secara proporsional kepada pemerintah kabupaten atau kota.

Lihat berita lainnya

Penerimaan Pajak Meningkat, Menkeu Purbaya Sebut Karena Perbaikan Kinerja SDM
Menkeu Purbaya Buka Ruang Peningkatan Ambang Batas UMKM Bebas Pajak
Negara G20 Dukung Perbaikan Sistem Pajak untuk Pertumbuhan Ekonomi

Langganan newsletter kami sekarang

Terima kasih telah berlangganan!

2026 - ITR World Tax Rankings.png

© 2025 MIB 

MIB adalah grup profesional bersertifikat dan terdaftar di Indonesia, di mana setiap anggota memiliki keahlian yang unik. Setiap anggota bersifat independen, mematuhi standar kami, dan bertanggung jawab atas pekerjaan dan layanan yang diberikan kepada klien.

bottom of page