top of page

Ribuan Obat di Filipina Kini Bebas PPN, Akses Kesehatan Jadi Lebih Luas

13 April 2026

| Penulis:

Ida Nurul Fhatihah

Photo of pills and tablets. Photo by Tamanna Rumee on Unsplash.

Daftar obat-obatan yang dibebaskan dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) diperluas menjadi 2.263 jenis oleh pemerintah Filipina. Kebijakan ini mencakup obat untuk hipertensi, kanker, serta penyakit mental guna meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat.


Daftar obat-obatan tersebut terus diperbarui dan hanya mencakup produk yang telah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dari Kementerian Kesehatan (Kemkes) Filipina.


Kebebasan pembebasan PPN ini mengacu pada Undang-Undang (UU) Lansia dan UU Reformasi Perpajakan untuk Percepatan dan Inklusi. Sejak diberlakukan pada tahun 2019, insentif awalnya difokuskan pada penyakit kardiovaskular dan diabetes, namun kini diperluas ke berbagai jenis penyakit lain. Saat ini, obat kanker mendominasi daftar dengan 702 jenis, diikuti obat hipertensi sebanyak 535 jenis dan obat diabetes 327 jenis, serta tambahan 300 jenis obat untuk penyakit mental.


Di tengah gejolak geopolitik global, pemerintah Filipina memastikan tidak ada kenaikan harga obat hingga Juni 2026. Industri farmasi berkomitmen menjaga stabilitas harga meskipun terdapat potensi kenaikan biaya akibat logistik dan bahan baku impor. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keterjangkauan obat bagi masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.

Langganan newsletter kami sekarang

Terima kasih telah berlangganan!

2026 - ITR World Tax Rankings.png

© 2025 MIB 

MIB adalah grup profesional bersertifikat dan terdaftar di Indonesia, di mana setiap anggota memiliki keahlian yang unik. Setiap anggota bersifat independen, mematuhi standar kami, dan bertanggung jawab atas pekerjaan dan layanan yang diberikan kepada klien.

bottom of page