
Photo of electric cars being charged. Photo by Michael Fousert on Unsplash.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyebutkan bahwa akan ada pengumuman terbaru mengenai pemberian insentif pajak bagi kendaraan listrik sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar dan impor minyak.
Pemberian insentif pajak untuk kendaraan listrik disinyalir akan diumumkan langsung oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rentang waktu dua hingga tiga minggu ke depan. Insentif pajak ini diproyeksikan menyasar masing-masing sebanyak 500 ribu sepeda motor dan mobil listrik.
Namun, saat ini skema insentif pajak yang akan diberikan masih berada dalam tahap pembahasan, termasuk sehubungan dengan pemberian insentif yang dibedakan berdasarkan basis baterai, lithium atau nikel. Adapun sejumlah jenis insentif pajak yang disiapkan oleh pemerintah di antaranya termasuk insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP).
Sebelumnya, pemerintah merencanakan insentif berupa diskon PPN DTP bagi mobil listrik dalam rentang 40% hingga 100%, yang ditentukan oleh kandungan nikel pada kendaraan listrik, serta subsidi sebesar Rp5 juta untuk pembelian 1 (satu) unit sepeda motor listrik baru.




