
Photo of a Chinese cityscape. Photo by 尧智 林 on Unsplash.
Insentif pajak untuk mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah resmi diumumkan oleh pemerintah Tiongkok. Kebijakan tersebut mencakup pembebasan bea masuk dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas impor barang yang dibutuhkan lembaga terkait untuk mendukung riset dan edukasi sains. Fasilitas ini berlaku selama 5 (lima) tahun, terhitung mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2030.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menyiapkan tenaga kerja masa depan yang kompeten di sektor berbasis inovasi. Fokus pengembangan diarahkan pada bidang strategis seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), teknologi kuantum, dan bioteknologi untuk memperkuat daya saing nasional di industri teknologi tinggi.
Pembebasan diberikan atas barang impor yang belum tersedia di dalam negeri atau belum memenuhi standar yang dipersyaratkan, termasuk film, video, serta peralatan ilmu pengetahuan. Otoritas kepabeanan dan cukai Tiongkok juga akan memfasilitasi proses impor untuk memastikan dukungan optimal bagi pengembangan sains dan teknologi.

