
Photo of the Thailand traffic. Photo by Kelvin Han on Unsplash.
Asosiasi otomotif di Thailand menyerukan adanya kebutuhan untuk mengatur pajak yang sesuai atas mobil listrik impor yang berasal dari Tiongkok. Sejumlah asosiasi yang membentuk koalisi ini menginginkan negara Thailand untuk meningkatkan tarif pajak agar tidak ‘kebanjiran’ mobil listrik impor.
Berdasarkan seruan tersebut, koalisi menginginkan pajak cukai yang dikenakan atas kendaraan listrik impor ditingkatkan menjadi 32% agar tidak merusak pasar produksi mobil lokal dan juga pemasok suku cadang otomotif. Tidak hanya itu, proposal darurat juga tengah disiapkan oleh asosiasi tersebut dengan isi berupa strategi menstabilisasi industri mobil Thailand.
Proposal tersebut nantinya akan menaruh fokus pada produsen mobil listrik atau electric vehicle (EV) impor asal Tiongkok dan juga kendaraan yang dirakit di Thailand. Industri otomotif Thailand terancam karena pergerakan industri yang tengah beranjak ke penggunaan kendaraan listrik.
Reformasi pajak cukai atas kendaraan listrik jadi saran utama koalisi asosiasi untuk mengamankan industri otomotif negara, dengan nilai tarif usulan sebesar 32%, di mana pajak yang tinggi dianggap mampu menciptakan playing field yang lebih sesuai. Adanya proposal kenaikan ini menciptakan jarak yang jauh dengan tarif berlaku pajak cukai atas mobil listrik yang diproduksi dalam negeri, yakni sebesar 2%.

