
Photo of a decreasing red chart. Photo by Behnam Norouzi on Unsplash.
Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia turun menjadi USD151,9 miliar pada Februari 2026, dari sebelumnya USD154,6 miliar pada Januari 2026. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain penerimaan pajak, penarikan dan pembayaran pinjaman luar negeri pemerintah, serta kebijakan stabilitas nilai tukar rupiah.
Meski mengalami penurunan, posisi cadangan devisa pada Februari 2026 masih dinilai kuat karena setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Nilai tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional yang umumnya sekitar 3 (tiga) bulan impor.
Cadangan devisa tersebut dinilai masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Ke depannya, posisi cadangan devisa diperkirakan tetap memadai seiring dengan potensi aliran masuk modal asing yang didorong persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional.

