Ekonomi Indonesia Terus Berkembang Di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi Dunia

28 Juli 2022

|    Writer:

Shaheila Roeswan

Photo of Sri Mulyani on APBN KiTa Press Conference in July 2022. Photo from the Ministry of Finance YouTube Livestream.

Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, menyatakan bahwa ancaman resesi ekonomi yang semakin besar dan akan dihadapi oleh banyak negara adalah akibat dari pandemi yang masih belum selesai, ditambah pula dengan dampak dari perang antara Rusia dan Ukraina, dapat membuat perekonomian dunia semakin terpuruk.


Lebih lanjut, Sri Mulyani menjelaskan pada tanggal 19 Juli 2022 lalu bahwa perang merupakan (dampak) tambahan yang sangat mengganggu perekonomian, terutama bagi mereka yang sedang mengalami keadaan perekonomian yang rapuh. Selain itu, potensi dari terjadinya resesi dapat dilihat pula dari keadaan negara yang mengalami kenaikan harga, terutama di bidang pangan dan energi, kenaikan suku bunga, dan juga keadaan mengenai likuiditas masing-masing negara.


Kenaikan dari harga kebutuhan sehari-hari ini adalah salah satu faktor yang mendorong tingginya lonjakan inflasi di berbagai negara. Meskipun begitu, Sri Mulyani menambahkan bahwa keadaan perekonomian Indonesia masih cukup sehat jika dibandingkan dengan negara lain.


Indonesia sendiri memiliki tingkat inflasi sebesar 4,35% di bulan Juni 2022, dengan kenaikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01% pada kuartal I di tahun 2022.