
Photo of oil rigs. Photo by Ben Wicks on Unsplash.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa keadaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 saat ini masih aman meskipun keadaan geopolitik dunia semakin memanas sejak serangan terhadap Iran diluncurkan pekan lalu. Sejumlah strategi diambil oleh Menkeu Purbaya dan pemerintah dalam rangka menjaga angka defisit dan memperkuat kondisi fiskal.
Keadaan konflik politik daerah Timur Tengah atau Asia Barat tersebut diketahui memberikan dampak terhadap harga minyak dan juga perdagangan ekspor Indonesia, dimana keadaan ini berpotensi untuk meningkatkan harga minyak dunia. Namun, Menkeu Purbaya percaya bahwa Indonesia bisa menavigasi perubahan tersebut selama memfokuskan strategi pada hal ini.
Menkeu Purbaya dikutip mengatakan pengumpulan pajak dan cukai atau tax collection tidak mengalami kebocoran dapat dipastikan untuk mengurangi tekanan terhadap angka defisit. Meskipun harga minyak global diprediksi meningkat, Menkeu Purbaya percaya bahwa APBN masih bisa dikelola, terutama mengingat suplai minyak domestik yang menipis dan adanya kebutuhan pemerintah untuk membeli minyak dengan harga yang lebih tinggi.
Pengumpulan pajak dan cukai yang tetap terjaga dan optimal akan menjadi fokus pemerintah, dan merupakan langkah yang akan dipastikan dapat menjaga tekanan defisit meskipun harga energi global meningkat. Tidak hanya itu, penjagaan kinerja daya beli dan aktivitas dalam negeri juga dapat membantu perekonomian Indonesia untuk tetap bertahan.

