
Photo of Barcelona. Photoy by Miquel Migg on Unsplash.
Dalam rangka mengendalikan adanya peningkatan volume turis yang berkunjung ke Barcelona, Spanyol, pemerintahan resmi meningkatkan tarif pajak wisatawan yang naik 2 (dua) kali lipat. Langkah ini juga diambil oleh pemerintah Barcelona sebagai langkah untuk mengatasi krisis perumahan yang melanda kota tersebut.
Peningkatan jumlah turis yang berkunjung mengakibatkan adanya peningkatan harga perumahan, yang kemudian menjadi alasan munculnya protes dari warga Catalonia. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan jumlah penyewaan hunian jangka pendek yang digunakan para turis untuk berlibur ke Barcelona. Oleh karena itu, pemerintah Catalonia memutuskan untuk melakukan penggandaan pajak menjadi EUR12,5 per malam dari tarif awal EUR6,25 per malam.
Tidak hanya itu, turis yang bermalam di hotel juga akan dikenakan pajak maksimum mulai EUR10 hingga EUR15 per malamnya, di mana ketentuan ini akan berlaku mulai April 2026. Pemerintah Catalonia juga telah mengumumkan pelarangan atas penyediaan akomodasi sewa jangka pendek mulai tahun 2028.
Nantinya, sebesar seperempat dari penerimaan pajak yang terkumpul dari pengenaan pajak turis tersebut akan digunakan untuk mengatasi krisis perumahan di kota tersebut.

