
Photo of the Selamat Datang statue in Jakarta. Photo by Abdi Rahman H on Unsplash.
Dalam rangka merayakan sejumlah hari besar keagamaan yang berlangsung berturut-turut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan menyiapkan sejumlah strategi yang akan mendukung perekonomian daerah. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung, yang merencanakan diberlakukannya insentif pajak.
Hal ini disampaikan Pramono pada acara Indonesia Economic Summit (IES) yang dilangsungkan Selasa (3/2) pekan lalu. Pada acara tersebut, Pramono menyebutkan akan diberikannya insentif pajak bagi beberapa pusat perbelanjaan dalam rangka merayakan hari raya Imlek dan Idul Fitri mulai dari tanggal 18 Februari. Tidak hanya itu, pusat perbelanjaan atau mal juga akan memberikan sejumlah diskon lainnya.
Pemberian insentif pajak ini diberikan setelah memperhatikan kesuksesan perayaan Natal dan Tahun Baru pada tahun 2025 lalu, dimana transaksi dan pergerakan ekonomi di Jakarta mencapai level yang cukup tinggi. Transaksi tercatat mencapai nilai Rp15,2 triliun selama masa Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, Pramono berniat untuk mengulang hal serupa untuk Imlek dan Idul Fitri.
Sejumlah aktivitas perayaan juga telah disiapkan oleh Pramono and pemerintah Jakarta, salah satunya kegiatan barongsai di area Sudirman Thamrin, Cap Gomeh di Glodok, hingga sejumlah aktivitas lain yang akan diadakan di Lapangan Banteng. Keputusan ini juga didukung oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) yang mendukung gelaran promo dan diharapkan dapat mencetak nilai transaksi hingga Rp10 triliun pada masa Imlek ini.

