Penerimaan Atas Perusahaan Baja Tumbuh Drastis Dari 2017

9 November 2022

|    Writer:

Shaheila Roeswan

Photo of a steel factory. Photo by yasin hm on Unsplash.

Penerimaan dari perusahaan baja dikabarkan mengalami peningkatan yang signifikan. Jika dibandingkan dari tahun 2021 sendiri, penerimaan ini mengalami pertumbuhan sebesar 64%. Hingga saat ini, jumlah penerimaan pajak telah menembus Rp12,19 triliun untuk masa Januari hingga Juli 2022.

 

Jika dibandingkan dengan tahun 2017, penerimaan pajak yang berjumlah Rp4,97 triliun pada saat itu, berarti mengalami pertumbuhan hingga 145%. Pertumbuhan untuk sektor perusahaan baja ini sendiri pun ditopang berbagai jenis pajak mulai dari Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) hingga Pajak Penghasilan (“PPh”).


Secara lebih rinci, PPN Impor menyumbang sebesar Rp7,30 triliun dan PPh Badan mengalami penumbuhan jumlah di tahun ini sebesar Rp 5,48 triliun. Selain itu, PPh Pasal 21 memiliki jumlah penerimaan sebesar Rp0,40 triliun dan PPN Dalam Negeri memiliki jumlah sebesar Rp2,84 triliun.


Sebelumnya, Indonesia telah menghentikan adanya aktivitas ekspor nikel di tahun 2020, dimana hasil dari penghentian ini ternyata berbuah positif terhadap penerimaan negara.