
Photo of an intersection in Vietnam. Photo by Markus Winkler on Unsplash.
Pemerintah Vietnam memutuskan untuk melakukan perpanjangan keringanan pajak Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk memastikan bahwa harga bahan bakar tidak melonjak. Keputusan ini didasari tujuan untuk melakukan stabilisasi pasar domestik di tengah gejolak konflik global yang melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.
Sebelumnya, penangguhan pajak BBM yang berlaku sejak akhir Maret 2026 ini hanya akan berlaku hingga tanggal 15 April di Vietnam. Namun, karena konflik yang terus mengganggu pasokan bahan bakar, pemerintah Vietnam memutuskan untuk memperpanjang keringanan tersebut hingga akhir Juni 2026.
Pemerintah Vietnam juga telah mengesahkan resolusi mengenai penangguhan pajak konsumsi atas BBM dan juga penangguhan pajak perlindungan lingkungan. Penangguhan pajak ini sendiri diperkirakan akan menghilangkan sebesar VND7,2 triliun dari pendapatan negara per bulannya.
Sebagai langkah untuk tidak hanya menjaga harga bahan bakar agar tidak semakin melonjak, tetapi juga untuk menjaga angka inflasi negara, pemerintah Vietnam melakukan penangguhan pajak bahan bakar. Diperkirakan sejak akhir Februari 2026, harga bahan bakar di Vietnam telah mengalami peningkatan sebesar 17% untuk bensin dan 70% untuk solar.

