top of page

31 Agustus 2026

Menkeu Purbaya Sasar Pajak 40 Perusahaan Baja Asal Tiongkok

Reporter:

Shaheila Roeswan

Photo of stacked steel pipes. Photo by xing bowen on Unsplash.

Berdasarkan paparan dari Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, beberapa perusahaan baja asal Tiongkok yang beroperasi di Indonesia tengah berada di bahwa pengawasan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Pengawasan dilakukan sehubungan dengan dugaan pengemplangan pajak.


Menurut data yang dimiliki oleh Menkeu Purbaya, ada sebanyak 40 perusahaan baja yang akan diperiksa pajaknya, dan hingga kini, pemerintah baru memeriksa 1 (satu) perusahaan baja dari daftar tersebut. Kerugian yang ditimbulkan akibat tindak pengemplangan pajak tersebut diestimasikan berada dalam rentang Rp4 triliun hingga Rp5 triliun.


Potensi kehilangan ini tidak hanya berasal dari sektor industri baja, tetapi juga dari sektor bahan bangunan dengan dugaan yang sama. Dari sektor bahan bangunan, potensi kerugian pajak yang timbul mencapai lebih dari Rp5 triliun. Adapun identifikasi dugaan pengemplangan pajak ini telah dilakukan sejak awal tahun 2026.


Pengemplangan pajak ini salah satunya menyasar kepatuhan dari Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan juga Bea Masuk, dan bisa terjadi karena adanya keterlambatan penanganan dari direktorat yang mengatur dan mengawasi kepatuhan kewajiban pemotongan pungutan tersebut.


Tidak hanya itu, praktik impor yang tidak sesuai ketentuan dan akhirnya mengakibatkan penjualan barang secara bebas sehingga merusak kinerja pasar.


Pemerintah menetapkan target bahwa masalah seputar pengemplangan pajak akan diselesaikan segera hingga tahun depan untuk memastikan bahwa penerimaan negara akan membaik, bersamaan dengan perbaikan playing field agar perusahaan nasional yang bergerak di sektor industri baja bisa menjadi lebih kompetitif.

Lihat berita lainnya

Tindak Pidana Perpajakan Termasuk Sasaran dalam RUU Perampasan Aset
Menkeu Purbaya Sasar Pajak 40 Perusahaan Baja Asal Tiongkok
Dukung Target Penerimaan 2027, Kinerja SDM DJP dan DJBC Dipastikan Lebih Optimal
bottom of page