top of page

2 Februari 2026

Pemda Lebong Soroti Kewajiban PBB-P2 yang Belum Optimal

Reporter:

Ida Nurul Fhatihah

Photo of a building in Bengkulu. Photo by M. Veven on Unsplash.

Nilai Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang belum terbayarkan di Kabupaten Lebong, Bengkulu, tercatat mencapai Rp2,8 miliar. Data tersebut dihimpun oleh Badan Keuangan Daerah (BKD) Lebong sebagai akumulasi kewajiban pajak sejak periode 1995 hingga 2025 dan masih tercatat aktif dalam sistem penagihan Pemerintah Daerah (Pemda).


BKD juga menjelaskan bahwa piutang PBB-P2 periode 1995 hingga 2014 mencapai sekitar Rp1,2 miliar, saat pengelolaan pajak tersebut belum menjadi kewenangan pemda. Sementara itu, pada periode 2015 hingga 2025, setelah pengelolaan PBB-P2 dialihkan ke pemda, nilai pajak yang belum dilunasi tercatat sebesar Rp1,6 miliar.


Untuk mendorong pelunasan, BKD telah mendistribusikan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) kepada Wajib Pajak (WP) yang masih memiliki kewajiban PBB-P2. Besaran pajak yang harus dibayarkan tercantum pada bagian bawah SPPT.


Pemda juga mengingatkan bahwa keterlambatan pembayaran akan dikenakan denda setiap bulan, sehingga WP diimbau untuk segera menyelesaikan kewajibannya agar beban pajak tidak terus bertambah.

Lihat berita lainnya

Penerimaan Pajak Meningkat, Menkeu Purbaya Sebut Karena Perbaikan Kinerja SDM
Menkeu Purbaya Buka Ruang Peningkatan Ambang Batas UMKM Bebas Pajak
Negara G20 Dukung Perbaikan Sistem Pajak untuk Pertumbuhan Ekonomi
bottom of page